Bupati Jeneponto Luncurkan Kompetisi Inovasi Daerah 2026: Dorong 1 OPD 1 Inovasi untuk Peningkatan Kinerja

Di tengah tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks, Pemerintah Kabupaten Jeneponto melibatkan berbagai pihak untuk melahirkan inovasi terbaru. Kerjasama antara Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Jeneponto dan Pattiro Jeka menjadi awal dari inisiatif ini. Kompetisi Inovasi Daerah (KIND) 2026 diluncurkan sebagai wadah yang mendorong terciptanya inovasi di berbagai tingkatan pemerintahan daerah.
Peran Inovasi dalam Pembangunan Daerah
Bupati Jeneponto menekankan pada pentingnya inovasi dalam memperkuat pembangunan daerah. Terlebih di tengah kondisi penurunan dana transfer keuangan daerah dari pemerintah pusat. Ia menegaskan bahwa keterbatasan anggaran bukanlah alasan untuk menurunkan standar pelayanan kepada masyarakat.
“Kurangnya dana transfer keuangan daerah harus menjadi motivasi untuk setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menciptakan inovasi. Meskipun dengan anggaran yang terbatas, pelayanan kepada masyarakat harus tetap optimal,” ucap Bupati.
1 OPD 1 Inovasi
Bupati menegaskan bahwa setiap OPD perlu menghadirkan minimal satu inovasi yang dapat menjadi solusi terhadap berbagai permasalahan yang ada di daerah. Hal ini menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Jeneponto dalam membangun budaya inovasi di lingkungan birokrasi.
Kepala Bappeda Kabupaten Jeneponto, Dr. H. Alfian Afandy Syam, ST., MT., Ph.D, mengungkapkan bahwa Kompetisi Inovasi Daerah menjadi sarana bagi seluruh perangkat daerah dan unit pelayanan publik untuk menciptakan terobosan baru. Terobosan ini diharapkan dapat berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kompetisi Inovasi Daerah menjadi platform untuk mendorong seluruh perangkat daerah agar lebih kreatif dan inovatif dalam menciptakan solusi atas berbagai permasalahan pembangunan di daerah,” ungkapnya.
Prestasi Inovasi Jeneponto
Tim Pendamping Inovasi Daerah Kabupaten Jeneponto, Rahman Ramlan, memaparkan prestasi inovasi daerah Kabupaten Jeneponto pada tahun 2025. Pemerintah Kabupaten Jeneponto berhasil menjadi daerah dengan peningkatan Indeks Inovasi Daerah tertinggi di Indonesia. Capaian ini merupakan hasil dari pelaksanaan Kompetisi Inovasi Daerah 2025, dengan total 14 inovasi yang diajukan.
“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa inovasi dapat mengubah wajah daerah. Dengan hanya 14 inovasi, Jeneponto berhasil naik dari daerah kurang inovatif menjadi daerah inovatif,” kata Rahman Ramlan.
Target 2026: Daerah Sangat Inovatif
Pada tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Jeneponto menargetkan peningkatan status menjadi daerah sangat inovatif. Salah satu syaratnya adalah setiap OPD dapat menciptakan minimal satu inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Rahman Ramlan yakin bahwa Jeneponto memiliki potensi besar untuk meraih predikat tersebut, terlebih dengan telah diterbitkannya surat edaran Bupati terkait gerakan “1 OPD 1 Inovasi”.
“Jika setiap OPD dapat menjalankan kebijakan ini dengan baik, maka peluang Jeneponto untuk meraih predikat daerah sangat inovatif sangat besar,” tambahnya.
Harapan dari Kompetisi Inovasi Daerah 2026
Pemerintah Kabupaten Jeneponto berharap bahwa melalui pelaksanaan Kompetisi Inovasi Daerah 2026 ini, akan lahir berbagai inovasi yang dapat mempercepat penyelesaian berbagai permasalahan daerah. Selain itu, inovasi tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.