Payakumbuh

Disparpora Payakumbuh Luncurkan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM 2026

Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Payakumbuh telah meluncurkan inisiatif pembangunan Zona Integritas (ZI). Program ini ditujukan untuk meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada tahun 2026. Langkah strategis ini tidak hanya bertujuan untuk memperbaiki citra instansi pemerintah, tetapi juga memastikan bahwa setiap warga negara dapat menikmati layanan yang bersih, transparan, dan profesional.

Komitmen untuk Membangun Zona Integritas

Sesuai arahan dari Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, pencanangan Zona Integritas ini menjadi kunci untuk mempercepat reformasi dalam tata kelola pemerintahan. Kepala Disparpora Kota Payakumbuh, Yunida Fatwa, menegaskan pentingnya langkah ini dalam menciptakan layanan yang bebas dari praktik korupsi, di mana kepuasan publik menjadi prioritas utama. “Kami berkomitmen untuk memastikan setiap pelayanan yang diberikan benar-benar memenuhi harapan masyarakat,” ujarnya.

Yunida menambahkan bahwa untuk mencapai tujuan ini, seluruh aparatur di Disparpora harus menunjukkan kinerja yang nyata. “Zona Integritas bukan hanya sekadar jargon, tetapi harus terwujud dalam tindakan nyata yang dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.

Enam Area Perubahan untuk Kesuksesan

Pembangunan Zona Integritas akan difokuskan pada enam area perubahan yang krusial, yaitu:

  • Manajemen Perubahan
  • Penataan Tata Laksana
  • Penguatan Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia
  • Penguatan Akuntabilitas Kinerja
  • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik

Yunida menjelaskan bahwa keenam area ini harus saling mendukung dan berjalan secara berkesinambungan. “Setiap aspek harus terintegrasi untuk memastikan efektivitas dan efisiensi dalam pelayanan,” ungkapnya.

Pentingnya Keterlibatan Seluruh Aparatur

Keterlibatan aktif seluruh aparatur, mulai dari pimpinan hingga staf pendukung, sangat dibutuhkan untuk mencapai suksesnya pembangunan Zona Integritas. Yunida menekankan bahwa tidak ada satu individu pun yang dapat bekerja sendirian dalam mencapai predikat WBK dan WBBM. “Ini adalah kerja kolektif yang memerlukan komitmen dan integritas dari semua pihak,” tambahnya.

Pimpinan memiliki peran yang sangat penting sebagai teladan dalam membangun budaya kerja yang berintegritas. “Integritas tidak hanya bisa diucapkan, melainkan harus ditunjukkan melalui tindakan dan keputusan sehari-hari,” tegas Yunida, menyoroti pentingnya contoh yang diberikan oleh pemimpin.

Inovasi dalam Pelayanan

Yunida juga mendorong seluruh aparatur untuk terus melakukan inovasi demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. “Kita tidak boleh berhenti untuk berinovasi. Layanan yang diberikan harus semakin cepat, mudah, dan transparan sesuai dengan harapan masyarakat,” ujarnya.

Pencanangan sebagai Langkah Strategis

Pencanangan Zona Integritas ini adalah tindak lanjut dari arahan Wali Kota Payakumbuh dalam mempercepat pembangunan ZI pada setiap perangkat daerah. Yunida optimis bahwa target untuk meraih predikat WBK dan WBBM dapat tercapai melalui kerja keras dan konsistensi dari seluruh jajaran Disparpora. “Kami yakin, dengan komitmen yang kuat, kita bisa mencapai tujuan ini,” pungkasnya.

Dengan kebijakan ini, diharapkan masyarakat dapat merasakan perubahan signifikan dalam pelayanan publik, yang tidak hanya memenuhi standar, tetapi juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Keterbukaan, akuntabilitas, dan profesionalisme akan menjadi landasan dalam setiap tindakan yang diambil oleh Disparpora.

Menjaga Konsistensi dalam Reformasi Birokrasi

Keberhasilan untuk meraih predikat WBK dan WBBM tentunya ditentukan oleh konsistensi dalam menjalankan reformasi birokrasi yang menyeluruh dan berkelanjutan. Ini bukanlah proses yang instan, melainkan memerlukan komitmen jangka panjang dari semua pihak yang terlibat. Yunida menegaskan bahwa langkah-langkah yang diambil harus terus dievaluasi dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

“Kita perlu terus beradaptasi dengan perubahan dan tuntutan masyarakat. Reformasi birokrasi harus menjadi bagian integral dari setiap kebijakan dan program yang dijalankan,” ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa Disparpora berkomitmen untuk tidak hanya beroperasi secara efisien tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Peran Teknologi Dalam Mewujudkan Zona Integritas

Di era digital saat ini, pemanfaatan teknologi juga menjadi aspek penting dalam membangun Zona Integritas. Penggunaan sistem informasi yang baik dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proses pelayanan. Yunida menyatakan bahwa Disparpora akan mengadopsi teknologi terbaru untuk mempermudah akses masyarakat terhadap layanan yang mereka butuhkan.

“Dengan memanfaatkan teknologi, kita bisa meningkatkan interaksi dengan masyarakat dan memberikan layanan yang lebih responsif,” tambahnya. Hal ini menunjukkan komitmen Disparpora untuk tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga berinovasi demi kepentingan publik.

Membangun Kepercayaan Masyarakat

Kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah merupakan salah satu pilar utama dalam menciptakan pemerintahan yang bersih. Melalui pencanangan Zona Integritas, Yunida berharap dapat membangun kepercayaan tersebut melalui tindakan nyata. “Kami ingin masyarakat melihat bahwa kami serius dalam menangani isu-isu yang berkaitan dengan korupsi dan pelayanan publik,” ujarnya.

Dalam konteks ini, penting bagi Disparpora untuk selalu terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat. Yunida mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam memberikan umpan balik mengenai pelayanan yang diterima. “Kami siap mendengarkan dan melakukan perbaikan berdasarkan masukan yang diberikan,” tuturnya.

Langkah Menuju Zona Integritas yang Berkelanjutan

Dengan langkah-langkah yang telah ditetapkan, Zona Integritas diharapkan tidak hanya menjadi sebuah proyek jangka pendek, tetapi sebuah komitmen berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Yunida memastikan bahwa pengawasan dan evaluasi akan dilakukan secara rutin untuk memastikan semua aspek reformasi dapat berjalan dengan baik.

“Kami akan terus memantau kemajuan dan mengadaptasi strategi jika diperlukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan,” tegasnya. Dengan pendekatan ini, Disparpora berupaya untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan profesional, di mana setiap individu merasa terlayani dengan baik.

Menghadapi Tantangan di Depan

Walaupun langkah menuju Zona Integritas penuh dengan tantangan, Yunida percaya bahwa dengan komitmen dan kerja keras, tantangan tersebut dapat diatasi. “Setiap perubahan pasti menghadapi rintangan, tetapi kami bertekad untuk terus maju demi kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Melalui upaya yang sistematis dan terencana, Disparpora Kota Payakumbuh tidak hanya akan mencapai predikat WBK dan WBBM, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. Dengan semangat kolaborasi dan integritas, semua elemen dapat bersatu untuk menciptakan perubahan yang positif.

Back to top button